Rabu, 11 Februari 2015

Pernah





Buat Ning

pasti datangkah semua yang ditunggu
detik-detik berjajar pada mistar yang panjang
barangkali tanpa salam terlebih dahulu

januari mengeras di tembok itu juga
lalu desember…
musim pun masak sebelum menyala cakrawala
tiba-tiba kita bergegas pada jemputan itu

Sapardi Djoko Damono


pernahkah kau begadang hanya karena tidak ingin pagi datang? bertanya-tanya, kenapa waktu cepat sekali menjadi silam, kenapa di lembar kalender hanya menyisakan bulan desember? pernahkah kau renungkan hari-hari lalu dan tetap tak tahu hidup sebenarnya tentang apa? untuk apa? dan kau terus memaksakan langkah tanpa mengerti arah.

pernahkah kau berjalan di malam buta dan membiarkan diri dikoyak-koyak penyesalan lalu merasa limbung dan tak paham pada semua yang terjadi? berdiri di simpang jalan dan masih tak menemukan jawaban atas segala kehilangan, kecewa, dan perasaan terlupakan? pernahkah kau bersedih memandang langit—sumur tua itu—dan tenggelam di relungnya? mencari-cari di mana kenangan yang dulu mungkin terulang, memori yang belum lagi disesaki kesedihan, atau sepatah kehadiran yang mestinya biasa saja?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar