Buat
Ning
pasti
datangkah semua yang ditunggu
detik-detik berjajar pada mistar yang panjang
barangkali tanpa salam terlebih dahulu
januari mengeras di tembok itu juga
lalu desember…
musim pun masak sebelum menyala cakrawala
tiba-tiba kita bergegas pada jemputan itu
detik-detik berjajar pada mistar yang panjang
barangkali tanpa salam terlebih dahulu
januari mengeras di tembok itu juga
lalu desember…
musim pun masak sebelum menyala cakrawala
tiba-tiba kita bergegas pada jemputan itu
Sapardi
Djoko Damono
pernahkah kau begadang hanya
karena tidak ingin pagi datang? bertanya-tanya, kenapa waktu cepat sekali
menjadi silam, kenapa di lembar
kalender hanya menyisakan bulan desember? pernahkah kau renungkan
hari-hari lalu dan tetap tak tahu hidup sebenarnya tentang apa? untuk apa? dan
kau terus memaksakan langkah tanpa mengerti arah.
pernahkah kau berjalan di
malam buta dan membiarkan diri dikoyak-koyak penyesalan lalu merasa limbung dan
tak paham pada semua yang terjadi? berdiri di simpang jalan dan masih tak
menemukan jawaban atas segala kehilangan, kecewa, dan perasaan terlupakan?
pernahkah kau bersedih memandang langit—sumur tua itu—dan tenggelam di
relungnya? mencari-cari di mana kenangan yang dulu mungkin terulang, memori
yang belum lagi disesaki kesedihan, atau sepatah kehadiran yang mestinya biasa
saja?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar