Selasa, 17 Februari 2015

Bandung - Cirebon




di jalan kecil yang berkelok-kelok ini, aku hanyut dalam renung, memandangi rumah-rumah beratap miring yang berjejer sejauh mata memandang, juga sepatu-sepatu yang dijemur di atas genteng dan pakaian pudar yang berkibar di bentang tali rafia. kadang kenangan bagai pemandangan di jendela bus. hanya menyisakan potongan-potongan tak lengkap. seperti sepasang mata, sebait senyuman, sepatah nama, dan akhir sebuah pengembaraan, ketika tak ada yang tersisa selain kata. lalu kita kembali pada pertemuan yang tak disengaja. di sebuah kota yang hanya ada dalam ingatan.


—mengenang 2007

Tidak ada komentar:

Posting Komentar