Selasa, 10 Februari 2015

Cirebon - Bandung




tak ada pilihan selain duduk di sini, di bangku belakang bus bhineka. saat kami tengah berhenti di rumah makan alam sari.

mataku tak henti memandang para penumpang yang turun membeli tahu sumedang. juga pocari sweat. aku mencium bau pop mie dan merasa lapar, namun tak ingin makan apapun. aku tidur setengah tidur, menyandarkan kepalaku pada kaca jendela yang dingin. menikmati persinggahan. mendengarkan mesin yang berputar. memandang seorang pria yang merokok di bawah sebatang pohon yang sejak dulu tak pernah pindah dari tempatnya tumbuh. aku tahu persis perasaan ini. surga yang lubuk-lubuknya dipenuhi rindu. aku mengambil headseat dan mendengarkan lagu yang baru saja ku-download dari situs unduh gratis. lagu yang hari ini baru saja dirilis. lagu yang tak ingin kupahami liriknya.

saat membaca pesan singkat darimu, mataku tak sengaja melihat ujung kanan layar ponselku. baru pukul 19.00. tapi langit sudah segelap sumur. tak ada bintang yang muncul. dan kotamu terasa semakin jauh. dan aku sebenarnya masih betah menetap. berdua bersamamu berbelanja di grage mall dan menonton film barat di bioskop. merenungi hujan daun-daun dari angkot yang kita tumpangi. juga makan di kedai nasi goreng prima sari—meski saat itu sudah hampir tengah malam. masa-masa yang dulu seolah selamanya. kini bagai potret yang tak lagi terjelang.

mengenang 2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar